Jumat, 18 Desember 2015

Bercermin Pada Ibu

Melihat ibu itu seperti bercermin. Ada banyak kesamaan pada kami, sama-sama keras kepala, perfeksionis dan berkemauan keras. Mungkin karena itu yang membuat kami klop. Jadi tau bagaimana harus menghadapi sifat masing-masing.

Jumat, 27 November 2015

Makan Murah Dan Enak Di D'Cost

Terhitung sudah 4 kali mampir di restoran ber-Tag Line "Mutu Bintang Lima Harga Kaki Lima" ini. Dua kali di D'Cost Royal Plaza, sekali di cabang Kayun dan sekali di daerah Pakuwon Surabaya. Boleh dibilang kemakan iklan sih, penasaran apa iya dengan harga kaki lima rasanya bisa ala bintang lima?

Minggu, 22 November 2015

Make Up Party Hijab Dengan VIVA Cosmetics



Sabtu 14 November 2015 yang lalu saya berkesempatan mengikuti LOMBA MAKE UP PARTY HIJAB yang diselenggarakan oleh VIVA Cosmetics. Lomba ini di selenggarakan di tengah-tengah event Jatim Kosmetik & Herbal Expo 2015 di Royal Plasa Surabaya. 

Rabu, 18 November 2015

Mobil123.com, Portal Otomotif Nomor 1

Semakin tingginya mobilitas mendorong kian meningkatnya kebutuhan akan sarana transportasi, khususnya mobil dan motor. Meskipun saat ini jumlah alat transportasi umum cukup banyak, namun nyatanya masih belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan masyarakat. Apalagi rata-rata transportasi umum dibatasi oleh rute maupun jam keberangkatan. Sedangkan transportasi umum yang lebih privat semacam taksi juga terbilang tidak murah dalam memasang tarif. Itulah sebabnya kendaraan pribadi menjadi pilihan favorit banyak orang.

Senin, 09 November 2015

Oleh - oleh Dari Fun Blogging7 di Surabaya


Fun blogging7 merupakan event blogging pertama yang saya ikuti. Sebagai newbie dalam dunia perbloggingan yang tinggal di daerah, event semacam ini merupakan barang “mewah”. Makanya sejak jauh jauh hari saya sudah melakukan persiapan. Mulai dari pendaftaran ( takut kehabisan seat ) sampai ngebooking Si Babe buat jadi ojek sukarela. Hahaha..... Secara jarak Tuban ke Surabaya membutuhkan waktu 2,5 sampai 3 jam perjalanan. Gak lucu kan kalau sampai terlambat datang di event bergengsi ini?
Yang penting #GoForIt...

Selasa, 03 November 2015

Kenapa Perempuan ( harus ) Bekerja ?

Hari ini seorang karyawati meminta ijin untuk berhenti bekerja di londry an yang saya kelola. Alasannya “saya terlalu capek bu, lagipula mulai kemaren suami saya sudah mulai bekerja kembali di proyek”.  Yaa...ketika dia melamar kerja dia pernah cerita kalau suaminya bekerja temporer sebagai tukang bangunan dan kebetulan saat itu sedang “break”.

Minggu, 01 November 2015

Wana Wisata ke Pantai Sowan Tuban

Bisa jadi Tuban merupakan salah satu kota yang wajib dikunjungi oleh kamu yang ngaku traveller. Banyak lokasi yang bisa di explore di kota yang memiliki julukan kota wali sekaligus kota tuak ini.  Ihh...kontradiksi banget ya....😩😩.

Salah satu lokasi yang wajib dikunjungi adalah Pantai Sowan. Pantai cantik ini berada di Kecamatan Bancar, kurang lebih 40km an sebelah barat kota Tuban. Lokasinya mudah di jangkau, karena persis di samping jalan raya Daendels yang juga merupakan jalur pantura. Bisa di tempuh dengan menggunakan transportasi umum baik bus Surabaya-Semarang, MPU maupun kendaraan pribadi roda dua atau empat.

Senin, 19 Oktober 2015

Rainbow Colour Makeup

Hello.....

Kesempatan kali ini aku mau share hasil makeup ku dengan warna2 ngejreng alias rainbow colour. Sengaja aku pilih warna ceria,  karena makeup untuk mayoret yang image nya young n cheers.


Minggu, 18 Oktober 2015

Mengenal Lebih Dekat Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Rembang

Papan nama di depan pintu masuk ponpes Al Anwar 2



Pondok Pesantren Al Anwar merupakan salah satu pondok tertua di Jawa Tengah. Didirikan pada sekitar tahun 1960an oleh KH. Maimoen Zubair yang pada awalnya hanya menyediakan tempat mengaji bagi masyarakat sekitarnya. Hingga saat ini ribuan santri dan santriwati dari penjuru tanah air menimba ilmu disana dibawah asuhan salah satu putranya yaitu KH. Abdullah Ubab atau yang akrab disapa Gus Ubab.

Jumat, 16 Oktober 2015

My Makeup Challenge

Si Babe, begitu saya biasa sebut suami, sering ngeledek kalau saya nulis status beauty  blogger. Menurutnya belum afdol aja. Wong saya belum konsisten menulis, apalagi tentang kecantikan, atau review beauty stuff. Blog juga masih alakadarnya. *ehh...

Biarlah disebut tukang makeup yang hobby nulis. Jadi kalau sekali tempo nulis soal parenting okeee, lain waktu bahas tentang makanan atau pas nemu spot menarik di posting.( Gak heran nih blog dikasih nama Campurland, lha wong postingannya campur-campur gitu......😊😊😊😊)

Rabu, 14 Oktober 2015

Menonton Film Gratis Dengan Aplikasi Viki: Free Tv Drama & Movies

Menonton film merupakan salah satu kegiatan paling menyenangkan. Kecanggihan tekhnologi membuat kita dengan mudah mengakses tontonan dari seluruh belahan dunia tanpa dibatasi waktu (live/streaming ). Adanya telpon pintar berbasis android membuat kita bisa menonton tidak hanya di rumah, akan tetapi bisa diakses saat mobiling. Di dalam mobil saat sedang macet, menunggu anak sekolah, saat menunggu antrean ( abaikan yang mengatakan lebay 😂😂😂 ) bahkan di dalam toilet ( yaiikk....)
Begitu buka aplikasi ini, kita langsung disuguhi banyak banget film & tv series

Selasa, 13 Oktober 2015

Pernikahan: Wedding Organizer Atau Panitia Keluarga?

Pernikahan merupakan moment bersejarah yang begitu dinantikan. Setiap orang seolah berlomba agar moment sekali seumur hidupnya berkesan dan membahagiakan. Mulai prewedding, catering, dekorasi, venue semua dipersiapkan dengan matang. Konsep-konsep pernikahan unik pun bermunculan mengikuti perkembangan jaman.

Masalahnya, tidak semua calon pengantin punya waktu yang cukup atau tidak tau mana vendor yang paling tepat untuk resepsinya. Hal inilah yang kemudian menjadikan Wedding Organizer banyak bermunculan. Mereka membantu calon penganting mengatur pernikahannya dari A-Z hingga hari H tanpa ribet. Syaratnya cuma satu : siapkan kocek lebih! Hehehe.....😆😆😆

Semakin banyaknya permintaan menggunakan jasa Wedding organizer memicu tarif yang beragam, tergantung service yang mereka berikan. Tapi kalau memang di perlukan dan dana nya ada, kenapa tidak?. Pernikahan butuh banyak persiapan, dan tidak semua calon penganting mengerti tetek bengek yang berkaitan dengan pernikahan. Belum lagi yang mengharuskan beda lokasi. Misalnya, kamu pengen melakukan sesi foto prewedding di Bandung http://www.fotoweddingbandung.com/ sementara berdomisili di Surabaya.  Atau yang menikahnya di Bali sementara tinggal di Jogja. Disinilah peran Wedding Organizer sangat dibutuhkan.
Foto koleksi www.fotoweddingbandung.com


Lantas, apakah setiap pernikahan harus menggunakan jasa Wedding Organizer? Apakah  tidak bisa menyiapkan pesta pernikahan sendiri?  Pertanyaan ini sering  kali dihadapi calon mempelai. Kenapa tidak......?  Menikah adalah saat yang di nanti setiap orang. Asal mau meluangkan waktu, pesta pernikahan yang diimpikan pun tetap bisa terwujud. Cobalah untuk menyiapkan sejak jauh-jauh hari. Cari informasi sebanyak banyaknya mengenai vendor. Sering-sering datang ke pameran wedding. Biasanya kalau datang langsung atau pas ada event akan ada banyak discount. Selain banyak pilihan, kita pun bisa menawar. Nah, kelebihan dananya bisa dialokasikan untuk kebutuhan yang lain.
Foto https://m.facebook.com/griyariasMPS

Kalau memutuskan untuk memberikan souvenir, cari yang benar-benar bisa di manfaatkan atau yang berkesan untuk tamu. Salah satunya foto melalui souvenir photo booth yang bisa langsung dibawa pulang. Selanjutnya bikin panitia kecil yang melibatkan keluarga. Bagi masing-masing sesuai post dari vendor yang sudah dipilih. Percaya deh....keluarga akan dengan senang hati membantu, selain itu hal ini bisa merekatkan tali silaturrahim. Sedikit ribet, tapi yang pasti hal ini akan malah membuat pernikahanjadi lebih berkesan dan menginatkan mempelai bagaimana menyelesaikan satu masalah sebelum mengarungi bahtera rumah tangga.

Sooo.....udah mantep nentuin mau pake Wedding Organizer atau mengurus sendiri pernikahanmu? Yang jelas pernikahan adalah sebuah awal, selanjutnya masih banyak yang harus dipersiapkan setelah pesta usai.
Btw....udah pada punya calon kan....?☺☺☺☺☺








http://yasinyasintha.com/giveaway-pernikahan-dan-souvenir-pernikahan/

Rabu, 07 Oktober 2015

Resep Kare Rajungan Khas Tuban

Adakah yang sudah pernah mencicipi kuliner khas Tuban, Kare Rajungan?
Sedikit berbeda dengan masakan kare lainnya, kare rajungan Tuban lebih berempah. Kuahnya yang pedas gurih dengan daging rajungan yang khas, rasanya sulit untuk di tolak. Orang Tuban bilang "kapok lombok". Pedessss tapi ngangenin buat menikmatinya lagi dan lagi. Hehehe.....
Rajungàn segar

Yaa....kota Tuban yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa memang mempunyai hasil laut yang melimpah. Salah satu nya rajungan. Hewan laut bercangkang yang punya nama latin Portunus pelagicus ini sangat kaya akan kandungan protein. Tapi inget ya, yang kolesterol an harap membatasi konsumsi  makanan yang satu ini.
Penampakan kare rajungan☺☺

Kali ini saya akan membagi resep kare rajungan. Bahan-bahannya mudah didapat dan cara bikinnya gampang bgt. Yukk...cekidot....

BAHAN:

  • 1kg rajungan segar. Cuci bersih, lalu kukus kurang lebih 15 menit
  • serai di memarkan
  • daun jeruk secukupnya
  • 1 lt santan dari 1 btr kelàpa atau 2 bks santan instan kemasan kecil
  • bawang goreng untuk taburan
BUMBU HALUS:


  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 cm jahe
  • 3 cm lengkuas
  • 5 buah cabe merah pluntir ( bisa ditambah atau dikurangi sesuai selera)
  • Seujung sdt merica halus
  • 4 Butir kemiri
  • 1 cm kunyit
  • 2 sdm ketumbar
CARA MEMBUAT: 
Tumis bumbu halus, tambahkan sere dan daun jeruk sampai berbau harum. Masukkan rajungan dan santan sedikit demi sedikit sambil terus di aduk agar santan tdk pecah. Masak sampai santan susut dan kuah mengental. Sajikan dengan taburan bawang goreng.


Nahh...gampang kan cara bikinnya. Truss..buat yang kurang suka dengan rajungan bisa di ganti dengan ayam, kepiting atau sesuai selera.
Selamat mencobaa.....








Senin, 28 September 2015

Tips Menghemat Kosmetik


Saya tuh orangnya doyan banget dandan. Sehari saja tanpa make up, rasanya ada yang kurang. Yaaa.....minimal lipstick atau pencil alis saya selalu pakai, sedangkan peralatan tempur yang lain biasanya pas mau kondangan atau keluar rumah aja baru di kumplit in.

Mungkin karena hobby ini juga yang akhirnya membawa saya ke profesi sebagai tukang rias. Boleh di bilang kesenangan tapi menghasilkan. Tapi meskipun suka dandan, anehnya saya jarang banget beli make up yang untuk dipake sendiri (saya gak pernah pake alat make up yg khusus  buat kerja, kalau tidak terpaksa ). Lipstick kalo udah g bisa di oles ya pake kuas, ampe goresan terakhir. Hihihihihi.....segitu nya. Jarang punya lipstick yg macem2 warna gitu. Atau mascara kalo nggak bener2 udah kering juga gak ganti sama yang baru. Ini pelit atau emang iriit ya??? Hahaha....

Sebenarnya bukan malas beli atau pelit yaaa...tapi ada kiat-kiat gimana supaya kosmetik dan alat-alat make up kita bisa awet jadi kita gak harus sering-sering beli.


Nah....kali ini saya mau share tips gimana menghemat kosmetik. Silahkan dicoba.
  1. LIPSTICK. Biasanya kalau lipstick udah hampir habis, kita buru2 akan ngebuangnya. Sekarang coba kumpulkan lipstick2 mu yang hampir habis. Lantas cungkil lipstick yg berada di bagian dalam kemasan dan letakkan pada sendok logam. Setelah itu panaskan dengan korek atau kompor, setelah cair tuang pada wadahnya. Tunggu sampai dingin dan lipstic menjadi padat. And see.....sekarang kamu bisa punya pallete lipstick yang baru, dan tentunya warna yang berbeda.
  2. BEDAK PADAT. Bedak padat yang mulai menipis juga masih bisa dimanfaatkan. Caranya: tekan2 bedak padat yang menempel di tepi kemasan, hancurkan. Sekarang bedak padatmu berubah jadi bedak tabur dan bisa digunakan sampai beberapa hari ke depan.
  3. EYE LINER / MASCARA. Eyeliner atau mascara yang mulai mengering masih bisa di tolong koq, soo...jangan buru-buru memindahkannya ke keranjang sampah. Caranya mudah banget. Masukkan beberapa tetes air panas ke dalam eye liner atau mascara yang mulai mengering kemudian tutup rapat dan kocok2. Tunggu sebentar sampai kira-kira airnya menjadi dingin dan mascara / eyeliner mu siap dipakai kembali. Tapi ingett ya, kalau mascara atau eyeliner mu kini jadi non water proof.
  4. MIX AND MATCH. Siapa bilang kalau mau dandan cantik harus punya alat make up kumplit dari A sampai Z. Lha...iya kalau profesi nya make up artis yang semua muua nya kepake. Lha kalo kita....apa gak keburu kedaluarsa tuh make up? Jadi, ada cara gimana menyiasatinya, yaitu dengan mix and match make up. Misalnya: eye shadow warna pink bisa juga berfungsi sebagai blush on. Eye shadow warna coklat bisa sekaligus di pergunakan sebagai shadding. Foundation bisa dipakai sebagai eye shadow base ( agar eye shadow awet dan tahan lama ) atau lip liner bisa sekaligus dipakai sebagai lipstick.

Nah...di cek lagi dah tas make up nya. Kalau ada yang mulai menipis jangan buru2 di buang. Kan sayang.....
Sebenernya ada lagi satu cara yang bikin perlengkapan make up nya awettttt banget. Caranya; habis beli trus di simpen, sinpeeeeeeen aja dan gak usah dipake. Simple banget kan? dijamin ampe taun depan juga masih utuh tuh make up. Hehehehe......

Semoga manfaat yaaaa......





Film -film Inspiratif Versi ILA

Hampir setiap orang punya pengalaman nonton film. Baik itu film action, keluarga, romance, animasi, fantasi dan lain-lain. Yang pasti setelah menonton akan ada sesuatu yang diingat. Sesuatu yang melekat yang membuat kita pada kondisi tertentu terkenang kembali. Dengan kata lain, selain hiburan, ada pesan moral yang kita peroleh selepas menonton film tersebut.

Terkadang sebuah film mampu memberi pengaruh besar dalam kehidupan seseorang. Memberi inspirasi untuk bertindak atau bahkan mengambil keputusan.

Berikut ini beberapa film inspiratif yang pernah saya tonton dan siapa tau salah satunya menjadi sumber inspirasi mu juga.

1. WALL-E ( 2008 )
Sumber: www.imdb.com

 Film animasi keluaran Pixar yang dirilis pada tahun 2008 ini merupakan salah satu film favorit anakku dan  paling sering kita tonton bareng bareng di rumah. Film bersetting masa depan, dimana manusia harus bermukim sementara di pesawat luar angkasa karena bumi telah rusak dan penuh dengan sampah. Hingga diciptakannya Robot bernama Wall-E sebagai pembersih sampah di bumi dan Robot Eve yang di desain untuk mendeteksi adanya vegetasi sebagai indikasi bahwasannya bumi bisa kembali bisa menjadi rumah bagi manusia. Semula saya hanya mengira bahwa film ini hanya merupakan film animasi biasa yang di bumbui percintaan antara Robot Wall-E dan EVE sampai di ending film saya menyadari bahwa film ini mengingatkan kita tentang masa depan bumi, tentang efek global warming, tentang pentingnya melestarikan vegetasi. Bahwa bumi merupakan tempat nyaman yang harus kita jaga. Yesss....film ini lebih merupakan Kampanye Go Green yang sangat menghibur....!!


2. FINDING NEMO ( 2003 )
Sumber: www.imdb.com
FINDING NEMO merupakan salah satu film bergenre paling komplit. Drama, familly, komedi sekaligus fantasi. Hampir setiap orang rasanya pernah nonton film ber tag line : Fish are friends not food (abis nonton pasti banyak yang gak tega makan ikan atau pelihara ikan hias di rumah. Hehehehe...) ini.Film yang dirilis tahun 2003 oleh PIXAR ini menceritakan tentang keluarga ikan hias yaitu Marlin sang ayah dan Nemo si anak yang terpisah karena Nemo terbawa kapal manusia yang membawanya sampai terdampai di akuarium seorang dr. gigi di Sidney. Pesan moral di film ini  tentang kasih sayang, dimana ditunjukkan oleh Marlin yang mencari anaknya sampai ke Sidney Harbor. Selain itu juga tentang kegigihan, pantang menyerah. Bahkan di saat-saat paling sulit ( yang di gambarkan Marlin masuk ke paruh burung camar) selama kita masih mau berusaha maka akan ada jalan keluar.


3.PAY IT FORWARD ( 2000 )
Sumber: www.rottentomatoes.com
Pohon kebaikan. Begitulah kira-kira gambaran film ber ending sedih ini. Trevor ( Haley Joel Osment ), seorang anak laki-laki berusia 8 tahun punya keinginan mulia. Dia melakukan kebaikan kepada 3 orang dan berpesan kepada masing-masing : PAY IT FORWARD. Hingga kemudian berlanjut ke banyak orang. Sang mama tidak menyadari bahwa hal kecil yang di lakukan anaknya akan mengubah hidup banyak orang. Sampai ketika hari pemakaman Trevor yang tewas tertusuk pisau saat menolong temannya, mamanya terkejut dengan banyaknya orang yang tak henti berdatangan membawa bunga, tanda simpati atas kematian Trevor. Betapa damainya dunia ini andai semakin banyak orang yang berfikiran seperti Trevor. Teruskan kebaikan.....teruskan kebaikan.....teruskan kebaikan......


4. THE GREEN MILE ( 1999 )
Sumber: www.imdb.com




Don't judge a book by it's cover, begitu seharusnya memandang John Coffey ( Michael Clark Duncan ) salah satu tokoh utama selain Paul Edgecomb ( Tom Hanks ). Bagaimana tidak, Coffey adalah seorang terpidana mati berkulit hitam, berbadan besar dan menunggu eksekusi mati di Green Mile sebuah blok sel penjara Cold Mountain yang dijaga oleh Paul. Siapa yang mengira bahwa pria terpidana mati karena kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap dua orang anak perempuan ini memiliki sisi lain yang sangat bertolak belakang. Sensi, pendiam sekaligus misterius. Film ini menyadarkan orang bahwa berumur ( terlalu ) panjang itu tidak selalu menyenangkan. Bahwa kebaikan, keajaiban itu bisa saja datang dari tempat yang tak pernah terduga sebelumnya. Yang jelas siapkan camilan dan tissue banyak-banyak, karena film ini durasinya lumayan panjang dan punya ending yang menguras emosi penontonnya.


Gimàna.....adakah film inspiratif versiku juga menginspirasi kamu juga....?




Postingan ini diikutsertakan dalam "Evrinasp Second Giveaway: What Movie are You?"



Senin, 20 Juli 2015

Lebaran Tetap Asyik Meski Tanpa Mudik

Sebelumnya turut mengucapkan "selamat Hari Raya Iedul Fitri 1436H, mohon maaf lahir bathin" ya sob...

Seperti lebaran2 tahun sèbelumnya, jadwal utamanya adalah berkunjung ke rumah keluarga2 terdekat saya dan suami. Bersyukur bahwasannya ibuk ikut tinggal bersama keluarga kami. Jadi meskipun saya anak bungsu, malah kakak dan anggota keluarga lainnya yg datang ke rumah lebih dahulu. Hehehe....berasa jadi orang penting dah didatengin duluan.

Karena saya dan suami berasal dari kota yang sama, maka gak ada yang namanya tradisi "mudik". Lha....gimana mo mudik? lha wong jarak rumah kami bisa di tempuh 15 menit an pake kendaraan bermotor😆😆😆😆.
Gak ada yang namanya packing barang jelang lebaran, berburu tiket mudik atau bermacet ria di jalan. Pokoknya irittt bgt dah....😃😃😃😃
Kita juga jarang sekali mengunjungi tempat wisata pada musim libur lebaran. Karena udah hampir bisa dipastikan bakal full pada saat itu.

Saya lebih sering bikin acara kumpul2 dengan keluarga besar, saling memaafkan, mengenalkan anak2 dengan saudara2 jauhnya, makan2 dan yang gak boleh ketinggalannn.....bagi2 angpau uang baru☺☺.

Semoga tahun depan kita masih bisa berbagi keceriaan kembali...☺☺


Rabu, 29 April 2015

Belajar Tak Kenal Usia

Saat memutuskan untuk kuliah di usia yang tak lagi muda, banyak teman-teman yang menertawakan saya. Beberapa bahkan berkomentar, yang membuat saya geleng-geleng kepala.

"Hadehhh.....otak mu apa masih bisa buat mikir gitu an?"

"Mending duitnya buat sekolahin anak, bentar lagi kan udah  SMP?

"Daripada buat kuliah, apa gak mending duitnya buat kursus rias, kan bisa menuñjang kerjaanmu"

"Ngapain repot-repot kuliah lagi, emang mau *nyaleg? (*nah.....ini nih yg bingung mesti jawab apaan?).

Meski pengen ketawa, saya sih maklum aja denger komentar mereka. Gimana tidak, saya mulai kuliah di usia 35 tahun!. 17 tahun setelah lulus dari SMA, sudah menikah, bekerja, punya suami bertanggung jawab penuh termasuk soal financial, jadi ibu dari 3 orang anak yg mulai beranjak remaja. Lantas.....mengapa mau repot-repot mikir soal Matematika Bisnis, Pengantar Ekonomi Makro atau Aspek Hukum Dalam Ekonomi?

Ya....buat saya, kuliah bukan hanya untuk mendapat gelar sebagai bekal untuk bekerja. Toh untuk jadi perias seperti sekarang saya gak harus bergelar S1 dulu. Lebih dari itu, menimba ilmu untuk merubah pola pikir sehingga hidup lebih berkualitas. Belajar kan gak mengenal waktu dan tidak ada masa kedaluarsanya. Selagi masih punya nafas, banyak hal yang masih harus kita pelajari. Otak kita bisa jadi seperti gadget, kalau gak pernah di upgrade mungkin saja masih bisa bekerja tapi loadingnya lama alias lemot. 
 
Diantara teman kampus yang membuat saya merasa sekian taun lebih muda. hehehe....

Dan akhirnya pada 2014 lalu saya mengambil keputusan #BeraniLebih dengan mendaftar sebagai mahasiswa di salah satu universitas swasta di Tuban. Banyak diantara rekan2 yang usianya hampir sebaya dengan keponakan saya. Bahkan beberapa dosen merupakan teman semasa SMA. Meskipun tidak mudah juga, karena saya harus memanfaatkan waktu sebisa mungkin. Jangan sampai kesibukan baru ini membuat tugas utama sebagai ibu rumah tangga terbengkalai.

Saya berkeyakinan, tidak ada ilmu yang akan sia-sia. Meskipun status utama sebagai ibu rumah tangga, saya merasa berkewajiban untuk terus belajar. Saya harus bisa memutus urat malu dengan bergabung dengan mereka yang usianya jauh lebih muda, dan harus bisa melakukannya. Berkompetisi dengan diri sendiri untuk #BeraniLebih maju meskipun status saya kini menjadi MAPALA alias mahahasiswa paling tua. Hehehehe...


Akun fb : Ila Yatifa
Twitter   : @MrsGopel

Tulisan ini diikutkan dalam Kompetisi #BeraniLebih yang di selenggarakan oleh LightofWomen

Rabu, 28 Januari 2015

Kiat Menghasilkan Uang Dari Sosial Media

Kebiasaan mendokumentasikan dan memposting banyak hal yang sudah di kerjakan bisa saja memberikan efek positif. Dan karena itulah saya bisa mendapat tambahan penghasilan yang tidak saya perkirakan sebelumnya.


Pada awal-awal mengenal sosial media, saya lebih sering mempergunakannya untuk terhubung kembali dengan teman2 yang lama gak ketemu. Sekitar tahun 2009, waktu itu masih ramai2 nya facebook. Posting status atau chit chat dengan teman2 yang lama kelamaan makin banyak dan tidak mengenal secara langsung. Teman di dunia maya. Lama kelamaan bosen juga. Apalagi kalau status kita di cuekin alias sepi koment. hehehe...
Padahal "koleksi" teman udah merambah ribuan. Mulai mikir kenàpa tidak mempergunakan untuk sesuatu yang "menghasilkan" ya? . Dari sekian ribu orang, àpa iya tidak ada barang satu atau dua orang yang tertarik dengan product kita? Hehehehe.....


Product yang pertama saya tawarkan adalah fashion. Suatu saat pas berkunjung ke toko milik teman iseng2 koleksi jilbab dan gamisnya saya fotoin satu persatu. Pake kamera hape, trus di posting. Ternyata ada yang minat. Beberapa pembeli malah berasal dari luar pulau yang kesulitan kalu harus ke kota untuk belanja. Abis itu jual kaos couple,kaos karakter,baju anak,tas  dengan "modus" sama. Ahahaha....Jadi kèterusan deh.

Beberapa kali dapet order rias àtau sewa kebaya karena postingan "lebay"


Suami yang awalnya sering ngeledek lama2 ikut ngedukung juga, bantu2 promo. Hèhehe....pasrah juga dia. Sampai suatu saat kantor tempat dia kerja jadi langganan catering saya. Lagi2 karena ulah promo di "sosial media".

Senin, 26 Januari 2015

AWASSS......Jangan Bermain Api Kalau Tidak Ingin Terbakar

Keluarga adalah satu2 nya tempat paling nyaman berteduh dari dunia yang semakin semrawut ini. Sebelumnya saya mohon maaf, tulisan ini tidak ditujukan untuk seseorang. Tapi untuk siapapun yang masih peduli dengan sekitar, dengan cara saling mengingatkan. Mau mengakui atau tidak, banyak kejadian (kalau gak boleh disebut kebiasaan) di keseharian yang kita anggap biaya-biasa aja tapi nyatanya menimbulkan akibat yang tak terbayangkan sebelumnya.

Hari ini menerima kabar kurang menyenangkan, seorang rekan perempuan BATAL menikah. Lebih tepatnya sih "ditunda sampai waktu yang belum ditentukan". Blarrrr........., rasanya kaget-kaget gimana gitu mendengarnya.
Sempat berhembus kabar kalau dia MBA, alias married by accident.  Dan yang lebih bikin nganga lagi, ternyata calon suaminya ini masih bersatus suami dan ayah dari 2 oang anak!

Waduhhh....mau menikah sesama bujang aja butuh banyak kesiapan apalagi yang begini?. Menikah sesama single aja masih butuh penyesuaian seumur hidup. Yang pastinya ada friksi, beda sudut dangan, ribut2 kecil  dan sebagainya. Yaa..namanya dua kepala mesti satu tujuan. Lha gimana kalau mesti berbagi hati, berbagi suami?. Gak sanggup membayangkan, entah bagaimana galaunya dia saat ini.


Saya tidak bermaksud men-judge seseorang. Meskipun mau dilihat dari sisi mana saja (dari segi agama atau sosial masyarakat) , apa yg dilakukannya ini jelas-jelas tidak dapat dibenarkan tetapi kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi didepan. Siapapun bisa mengalami nya. Karena selama masih di dunia, setan masih saja akan merecoki kita.

Masalahnya, cerita semacam ini sudah sering kita dengar. Saya sampai miris tiap kali ada berita di tv tentang remaja yang mencoba aborsi akibat percintaan di usia dini, asmara yang berakhir di kepolisian karena tuntutan kekasih yang kadung berbadan dua, bayi yang dibuang karena orang tuanya malu akibat hasil hubungan gelap, perselingkuhan dll. Tapi mengapa terulang lagi, dan lagi??


Kalau sudah tahu bahwa bermain api itu resikonya terbakar, kenapa malah memasukkan tangan dalam bara??  Jelas-jelas tahu bahwa apa yang dilakukannya keliru, kenapa terus nekad?. Sesuatu yang awalnya coba2 lantas keterusan jadi kebiasaan.
Bukankah apa yang sejak awal sudah dilandasi niat tidak baik, selamanya tidak akan memberi hasil yang baik pula??.


Kita terlanjur punya anggapan bahwa apa yang biasa dilakukan oleh banyak orang itu adalah suatu kewajaran dan "dianggap" benar. Bagaimana tidak, televisi kita menyiarkan acara yang materinya beberapa gadis yang saling memperebutkan cowok idaman untuk jadi kekasihnya (catet: kekasih alias pacar) pada jam-jam primetime. Atau sinetron yang mengajarkan anak2 SD udah bisa cinta2 dan gaya hidup serba instan (ini bahasa saya). Saya sebut instan karena isinya melulu cowok-cowok kaya (yang gak jelas apa kerjanya) yang jadi idola, punya harta yang gak habis dimakan tujuh turunan. Dan tontonan seperti ini malahan yang ratingnya bagus. Jadilah remaja-remaja putri kita "cinderella" dijaman modern. Mengharap pangeran berkuda putih menjemput untuk dijadikan permaisurinya.

Lets be smart, sama-sama belajar jadi orang tua yang lebih bijak. Lingkungan punya peran paling besar untuk membentuk karakter seseorang setelah keluarga. Kita mungkin tak akan mampu membendung perubahan, tapi kan tidak harus terbawa arus?. Landasan agama yang kuat mutlak adanya. Dan sebagai ujung tombak keluarga, sebagai orang tua tentunya kita harus tegas memilah mana yang sesuai untuk keluarga kita.



Selasa, 20 Januari 2015

Mengatasi Anak Yang Keras Kemauan

Pernah suatu saat, seorang teman mengeluh tentang anaknya yang di anggap nakal. Kalau punya keinginan yang gak segera di penuhi bisa ngamuk, marah marah atau memukul orang-orang yang kebetulan didekatnya. Padahal anaknya sudah kelas 3 sd, harusnya sudah bisa diajak komunikasi.



Sebelumnya dia melihat saya enjoy aja kemana-mana bisa sendiri atau di kesempatan lain belanja ngajak anak2. Kalau dia....boro-boro mau belanja. Belum juga dapet barang belanjaan bisa-bisa udah "di palak" duluan sama anaknya. Kalau gak di belikan (kadang mainan atau baju) bisa nangis seketika di depan toko sambil mukul-mukul ibu nya. Akhirnya (daripada malu), mau gak mau ya harus di turuti lagi. Trus..kalau mau kemana-mana harus diajak, gak bisa ditinggal.






Berikut ini ada beberapa tips yang bisa di coba untuk mengatasi anak yang keras kemauannya.
  1. Bersikap jujur pada anak. Saat bunda mau pergi ke kantor, katakan saja mau ke kantor cari uang bla...bla..bla....dan jangan katakan ke tempat lain dengan maksud anak tidak merengek ingin ikut. Atau saat mau berbelanja, bunda bisa katakan "bunda mau belanja, tapi uangnya hanya cukup buat belanja. Jadi kalau mau beli mainan bsk nunggu ayah gajian......dsb". Sebab jika bunda hanya melarang keinginannya sementara dia melihat bunda nya berbelanja, tentu anak akan menganggap bunda berbohong.
  2. Buatlah aturan yang jelas. Misalnya: si anak hanya boleh bermain PS setelah makan siang dan harus membereskan setelah selesai bermain. Dan beri reward atw pujian tiap kali dia selesai mengerjakan hal positif. 
  3. Ajarkan anak mengambil keputusan tapi dengan kontrol. Misal:membebaskan anak memilih baju yang akan di pakainya, tapi bunda membantu membedakan mana baju untuk bermain, mana baju yg dipakai bepergian.
  4. Mendidik menabung. Saat anak menyampaikan keinginannya, ajak dia untuk melihat harga kemudian bandingkan dengan uang sakunya. Ajarkan untuk belajar menyisihkan uang saku setiap kali dia ingin membeli sesuatu. Meskipun ujung-ujungnya nanti bunda nambahi kekurangannya, setidaknya dia belajar bahwa untuk mendapatkan sesuatu tidak bisa serta merta.
  5. Jangan biarkan anak memukul-mukul bila sedang marah. Jelaskan bahwa itu menyakiti orang lain. Arahkan ke hal positif lain yang disukainya.
  6. Menjalin kehangatan dalam keluarga. Anak-anak mudah sekali untuk mengingat dan meniru apa yang mereka lihat. Orang tua yang suka marah-marah atau mengomel maka kecenderungan anaknya juga akan jadi pemarah. Buatlah acara dirumah yg melibatkan seluruh anggota keluarga. Bisa dengan nonton dvd favorit dll.
 
Semoga manfaat ya bun, dan karena berupa pengalaman pribadi, barangkali ada yang bisa ditambahkan silahkan saja.

 

Senin, 19 Januari 2015

Cerpen Anak - MAAF BUAT RATRI

Cerpen anak ini saya tulis jauuuhhh sebelum mengenal blog, sekitar tahun 2012. Ada beberapa naskah cerpen yang tersimpan di folder sampai kemudian saya mencoba buat kirim ke media. Alhamdulillah, cerpen ini di muat di Koran Anak-Radar Bojonegoro edisi Minggu, 5 Februari 2012.
 
 Radar Bojonegoro Edisi Minggu 5 Feb 2012



Bagi yang ingin mengirimkan cerpen anak karya nya, silahkan kirim melalui email ke: radarbojonegoro@jawapos.com dengan subject: cerpen anak. Tidak ada pemberitahuan bagi naskah baik yang di tolak maupun di terbitkan, jadi harus selalu cek setiap hari minggu.




Maaf Buat Ratri




        Braaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk………………….
            Suara tas yang dilempar dengan keras membentur sudut meja belajar dikamar Ratri, sampai sampai Shaun The Sheep tak berdosa yang sedang nangkring di atas meja, jatuh bergulingan terkena sasaran lemparan tas Ratri. “achhhhhhhhhhhhhhh……………sebeeeeeeeeeeeel”, gerutu Ratri disela – sela isak tangisnya. “Mama bener – bener gak adiiiiiiiiiiiiiiiiiil”. Ratri membenamkan kepalanya kedalam bantalnya yg empuk. Hanya sesenggukannya yang terdengar.

Terbayang kejadian kemarin siang. Ketika dia dan teman – teman sedang duduk – duduk santai dikelas saat jam istirahat, tiba – tiba Fika datang. “ Teman – teman, minggu depan ulang tahunku. Jangan lupa datang yaaaa…..” kata Fika sembari menyodorkan undangan ke Ratri, Dea dan Faza yang sedang menikmati jajanan mereka. “Wah……..ulang tahun yang ke 9 ya Fik”. Kata Dea yang duduk persis disamping kiri Ratri. Belum sempat Fika menjawab, Dea sudah melanjutkan “ Wow…….di restoran Fried Chicken yang baru itu ????”.

 “Iya dong, ini kan hari special buat aku. Dan Papa memberi kado special dengan mengadakan ultah ku disana. Maka nya….kalian semua harus datang yaaaa….” Jawab Fika. “ Pasti…!!!!!!”. Jawabku, Dea dan Faza hampir bersamaan. 
“Ok, kalau gitu sampai ketemu lagi yaaaaa”  Fika berlalu meninggalkan teman – temannya.

 “ Hmmm…..seneng ya jadi Fika, Papa nya baiiiiiiiiiiiiiik banget. Ultah anaknya aja direstoran “ kata Faza. “Ehhh…Ratri kok diem aja dari tadi. Besok kalau mau cari kado kita barengan  yuuuukkkkkkk” ujar Dea sambil beringsut mendekat. “ Iya, sekalian aja berangkatnya juga bareng. Nanti kita kumpul dirumahku, biar Mama yang anter”. Ratri menjawab tapi nada suaranya pelan. Jari tangannya membalik sampul undangan mungil berwarna pink. Terlihat gambar Princess yang dicetak timbul dengan tulisan berwarna merah keemasan. 

“ Bagus”. Tak sadar dia bergumam. “Iya nih…..undangannya bagus banget” sahut Faza, seolah – olah ungkapan itu untuknya. Ratri menoleh, dia tak sadar kalau gumammanya terdengar. Dengan sedikit terpaksa bibirnya tersenyum, menutupi perasaannya. Tiba – tiba Dea berkata “ Ehhh….bulan depan kan ulang tahun mu Ratri. Pasti dirayain juga doooong?”. Ratri mendongakkan kepala, seakan baru teringat. Ahhhh……..sebentar lagi kan bulan Februari, tepatnya 20 Februari ulang tahunnya. Dan tahun ini dia sudah menginjak usia ke-10. Udah gede ternyata, sudah kelas empat dia. Kembali sebuah senyum dibibirnya, tapi buru – buru dia menariknya kembali mengingat di keluarganya tak ada tradisi merayakan ulang tahun. Selama ini, orang tuanya tidak pernah merayakan ulang tahunnya. Begitu pun ulang tahun Mama dan Papanya berlalu begitu saja.
“ Tapi…………..aku kan gak pernah merayakan ulang tahun” gumamnya.
“ Justru itu, siapa tahu kali ini Mama mu mau merayakan ulang tahunmu. Kamu kan belum pernah merayakan ultahmu?” timpal Dea.  “ lagipula kamu kan anak tunggal, apa iya Papa mu gak mau merayakannya??”. 

“Ratri……………” suara Mama mengagetkan Ratri. Dengan segera disekanya sisa – sisa air mata. Karena bagaimanapun juga dia malu kalau sampai ketahuan menangis. Mama nya tidak pernah mengajarkan untuk cengeng. Mama selalu mendidik dia untuk belajar menyelesaikan masalah – masalahnya sendiri lebih dulu, meskipun nantinya tidak lepas dari pantauan Mama. “ Iya Ma…………..”. dilihatnya Mama sudah berdiri dipintu kamarnya. Seulas senyum tersungging dibibirnya saat menatap anak semata wayangnya. “ Ahhh…..jangan – jangan mama tau kalau aku nangis ”. bathin Ratri. Kembali diusapnya kedua mata dan pipinya sambil beranjak duduk. 

Mama melangkah masuk dan kemudian duduk ditepian tempat tidurnya. “ Kamu cuci kaki dan muka dulu, trus makan. Sedari pulang sekolah tadi belum makan kan?”. Ratri mengangguk sambil mengusap pipinya sekali lagi, seakan belum yakin kalau air matanya telah diseka tadi. “ Sayaaaaang, ada yang ingin mama tunjukkan ke kamu nanti”. Mama mengusap lembut kepala Ratri sambil memeluknya.mengingatkan Ratri akan masa kecilnya, bahwa saat seperti inilah yang paling disukainya. Ketika mama membenamkannya jauuuuuuuuuh kedalam pelukannya. Serasa luar biasa tenang dan damai.  “ Kamu sudah sholat Dhuhur belum?”. Ratri menggeleng tapi tak beranjak dari pelukan Mama. “ Ya udah, kamu sholat dulu trus makan. Habis itu, kita pergi ke sesuatu….” Kata Mama menirukan logat tante penyanyi di televisi. Ratri jadi tersenyum dan menganggukkan kepalanya, tanda setuju.

“ Maaaa…kita mau kemana?” Tanya Ratri. Kedua tangangannya dengan erat memeluk pinggang Mama. Beberapa kali helm yang dipakainya menyodok – nyodok punggung Mama kala Mama mendadak menekan rem motor matiknya. “ Nanti kamu akan tahu sayang”. Dengan tangkas Mama menambah tarikan gas kemudian menyalip pengendara didepannya. Mama memang tangkas berkendara. Selama ini memang mama yang mengantar jemput sekolah Ratri. Tempat kerja Papanya jauh diluar kota, membuatnya berangkat lebih pagi sehingga tidak sempat mengantar Ratri. Tapi tak mengapa, Mama tidak kalah cekatan dengan Papa kalau mengendarai motor.

Mama terus melaju ke tengah kota. Sore ini cerah, tak seperti beberapa hari belakangan yang selalu turun hujan saat sore menjelang. Tak heran banyak orang berlalu lalang, jalanan padat. Mungkin mereka hendak menuntaskan rencananya yang sempat tertunda hujan kemarin. Mendekati perempatan ditengah kota, mama memperlambat laju motornya dan perlahan menepi. “ Maaaa…ini rumah siapa?” Mama tidak menjawab tapi menghentikan motor disamping rumah besar yang pagarnya terkunci rapat. Biarpun terkunci, pemandangan teras rumah itu terlihat jelas dari depan. Asri namun terkesan sepi.

“ Kita tidak sedang berkunjung sayang”. Mama memarkir motor dan melepas helm yang kemudian ditaruh di spion motor. “Kamu gak usah turun gak papa, tapi hati – hati”.
Ratri makin gak ngerti. Dilepasnya helm, kemudian ditaruh dipangkuannya. Dia masih duduk diatas jok motor dengan kaki menggantung sementara Mama brdiri disampingnya. “ Ngapain sih mau Mama ngajak kesini???”. Dari tempatnya sekarang tampak jelas keramaian jalan yang membujur dari timur ke barat. Juga perempatan disisi sebela kirinya. Beberapa mobil dan motor seakan berbaris rapi. Dan ketika rambu – rambu berubah hijau, satu persatu saling berusaha mendahului. Ahhhhh……serasa nonton balapan dengan gerak diperlambat.

“ Coba kamu lihat itu…” tangan Mama menunjuk kearah perempatan. Rambu – rambu yang sedang merah, semua kendaraan mengurangi kecepatan dan kemudian berhenti. Serombongan anak pengamen dan peminta – minta yang berpakaian serba lusuh serta merta mendekati para pengendara. Sebagian seusia denganku, atau setahun dua tahun diatasku.
“ Mereka….” Kembali tangan Mama menunjuk, seakan aku tidak tau arah yang dituju. “ Kamu lihat mereka, mereka seusia denganmu. Siang malam, inilah rumah mereka”.
“ Mereka tidak sekolah, Ma?” tanyaku tanpa memalingkan wajah dari perempatan itu. Tampak seorang anak perempuan yang aku yakin umurnya tak lebih dari 7 tahun sedang mengetuk – ngetuk pintu mobil yang berhenti sambil menggendong adiknya yang tidak memakai celana. Tubuhnya kurus dengan rambut yang kusut dan kemerahan. Pasti sudah berhari – hari dia tidak mencuci rambutnya.
“ Sayang….untuk sekedar makan saja mereka harus bekerja keras siang dan malam. Apa lagi untuk sekolah”. Mama beranjak ke depanku sembari memegang kedua lututku. Aku masih diatas motor yang diparkir ditepian jalan. 

“ Mama mengajak kamu kesini supaya kamu tahu dan menyadari, kalau masih banyak orang yang tidak seberuntung kamu. Dianugerahi tubuh yang sehat dan sempurna oleh Allah, punya orang tua yang lengkap yang menyayangimu, bisa sekolah dan melakukan banyak kegiatan menyenangkan. Sementara mereka…….. perempatan inilah rumahnya. Beratapkan langit dan berdinding udara, jangan ditanya dinginnya saat malam dengan perut yang kosong. Untuk makan, mereka harus menyodorkan tangan ke pengguna jalan. Belum lagi mereka juga harus bermain kucing kucingan dengan aparat saat ada razia”.
“Cukup Ma…..” Ratri terisak, air matanya meleleh dikedua pipinya. Tapi kali ini dia tak malu lagi. Dipeluknya Mama dengan erat, serasa rindu karena lama tak berjumpa. “ Ratri ngerti maksud Mama mengajak Ratri kesini”. Mama mengangguk sambil membalas pelukan Ratri. Beberapa pengendara yang lewat sempat menoleh, tapi Ratri tak perduli.

“ Mama ingin agar Ratri bersyukur karena masih banyak anak yang tidak seberuntung Ratri. Sementara Ratri malah meminta mama untuk menghamburkan uang di ulang tahun Ratri. Uang yang seharusnya bisa lebih berguna. Untuk bayar sekolah Ratri, bahkan membantu mereka”. Mama tersenyum dan mengusap air mata dipipi Ratri.

“ Kamu anak yang cerdas sayang. Kalau Mama tidak pernah merayakan ulang tahunmu dengan pesta, bukan berarti kalau mama pelit dan tidak adil. Ada banyak hal yang lebih berarti yang bisa kita lakukan dengan uang kita. Dan kamu sudah tahu jawabannya. Mama ingin agar kamu bisa berlaku baik dan bijaksana”. 

“Ratri ngerti, maafkan Ratri ya maaaa……..”.
“ Tentu saja sayaaaaaang……..” kata mama sambil mencium kedua pipi putrinya.
“ Sekarang, bagaimana kalau kita cari es cream???”. Ajak Mama dan dijawab dengan anggukan Ratri dengan cepat. Bergegas mama meraih helm dan menstarter motor. Rambu rambu menyala kuning. Dengan tangkas Mama mengendarai motor melewati perempatan sebelum rambu berubah merah.

“ Ma…..es creamnya boleh yang rasa coklat yaaa???”. Ratri mempererat pelukannya di  pinggang Mama yang tengah melaju.

                                             :::
 

Minggu, 18 Januari 2015

Sedjoli Pagi Dan Kopi

Pagi dan kopi....
Bagiku menikmati pagi sambil kopi sudah seperti rutinitas lainnya saja. Yaa....Sudah lama aku menggilai kopi. Mungkin karena hampir semua anggota keluargaku penikmat kopi, kebiasaan ini ikut terbawa sampai kini. Baru mencium aromanya saja sudah membuat bersemangat. Rasanya emang agak pahit, tapi nantinya akan meninggalkan manis di ujung lidah. unik.

Pada awalnya, suami bukan penikmat kopi. Bahkan dulu....tiap kali habis minum kopi perutnya pasti kembung. Tapi sejak kami menikah, lambat laun dia mulai terbiasa juga. Ketularan kali ya...hehehe. Tiap kali aku bikin kopi dia ikut-ikutan nyeruput
 
Dan kini setelah 12 tahun menikah, sepertinya ngopi udah menjadi rutinitas saja. Pagi dan kopi, rasanya seperti sedjoli. Saling melengkapi. Bahkan kalau harus memilih, secangkir kopi berasa lebih menggairahkan ketimbang sarapan nasi pecel kumplit. Yaaa...bukan kebiasaan bagus sih, tapi bagi pecandu kopi rasanya hambar saja menikmati pagi tanpa kopi. Gak harus duduk dan ngeruput habis-habisan, wong kami menikmatinya juga disela-sela kegiatan pagi lainnya. Sambil beberes rumah, saat anak-anak menyiapkan diri buat sekolah. Dimeja selalu siap kopi dengan teh atau susu .

Tak jarang obrolan-obrolan ringan hadir saat itu. Ahhh...buatku ini moment manis yang tak terbeli. Ngumpul dengan keluarga lengkap, mendengar celoteh anak-anak tentang sekolah atau teman-temannya, suami yang ribet dengan kucing-kucing dan burung piaraan kami, buatku  rasanya jauh lebih manis dari candle light dinner.

Ngopi dulu ya.....


Rabu, 14 Januari 2015

Tangan diatas (selalu) lebih baik

Pagi ini......
Berasa seperti joki balap liar saja pagi ini. Gimana enggak, ini jalan belum sebulan kelar diaspal. Mulussss....... banget. Apalagi belum banyak kendaraan besar yang lewat, berasa jalan pribadi. hehehe....

Sebenernya bukan niat mau ngebut sih, tapi emang lagi terburu-buru menuju ATM terdekat. Jarum di indikator bensin motor ku udah mepet di huruf "E", gimana coba kalau tiba-tiba kehabisan bensin di tengah jalan? sedangkan di dompet duit tinggal selembar lima ribuan. Apa iya beli bensin setengah liter doang??? hiksss....
Begini nih...kalau motor pake nya gantian. Gak ada pihak yang "merasa paling bertanggung jawab" buat isiin bensinnya. 

Akhirnya....nyampe juga di ATM, bergegas motor kuparkir dideket  motor-motor lainnya. Saat akan masuk ke bilik ATM, seorang bapak mengulurkan selembar amplop putih ke arahku. "Mohon di isi seikhlasnya mbak..." katanya. Karena terburu-buru aku terima saja sambil tersenyum. Kulihat amplop itu berstempel nama sebuah yayasan anak yatim di luar daerah. Saat didalam bilik atm, aku sempat melirik dua orang lainnya yang juga memegang amplop yang sama denganku. Entah diisi atau tidak, saat keluar mereka menyerahkan kembali amplop itu ke Si Bapak. hmmmm....


Sempat bingung juga, soalnya uang dari ATM tadi pecahan 50rb dan gak mungkin juga dikasih kan, jujur saja agu ragu-ragu dengan orang asing ini. Jangan-jangan modus...??? Dijaman seperti ini apanya yang tidak mungkin?? mengambil keuntungan dari orang lain bahkan dengan mengkambing hitamkan anak yatim. 

Astaghfirullah.... 
Pagi-pagi aku koq jadi berfikir buruk ke orang lain, dan belum tentu juga dia berbohong. Tiba-tiba aku ingat uang limaribu ku tadi. Kubuka dompet dan mengambil selembar limaribuan yang telah lecek itu lantas memasukkannya ke amplop.
"Barokallah...terimakasih ya mbak, semoga Allah melancarkan rezeki mbak". Si Bapak menerima amplop, doa panjang dari mulutnya saat menerima amplop itu kembali.


Uang limaribu mungkin umurnya gak akan sampai siang ini kalau saja masih di tanganku. Bisa saja sudah berubah jadi se kresek gorengan atau berubah jadi recehan dan pecahan seribuan (parkir motor sekarang jarang yang mau nerima gopek an....). Semoga saja ditangan Si Bapak bisa membawa manfaat lebih. Bersyukur kalau beneran untuk anak yatim, Insyaallah dengan keikhlasan pahalanya akan terus mengalir. Dan seandainya dia berbohong, kebaikan itu tak kan hilang. Walau mungkin hanya dia yang menikmatinya. Karena bisa saja dirumah anak dan istrinya ikut mendo'akan orang-orang yang berbagi rizki dengan mereka.
Wallahu a’lam.........



Selasa, 13 Januari 2015

Emak....Kado Dari Allah

Emak itu perempuan luar biasa. Sederhana tapi punya kemauan keras. Beliau tidak berpendidikan tinggi, tapi sampai sekarang pun selalu jadi jujugan mencari solusi tiap kali anak-anaknya ada masalah. Herannya, dengan kesederhanaannya selalu saja ada jalan keluar bagi masalah yang sebelumnya dianggap rumit.Beruntungnya saya jadi bungsu dari empat bersaudara. Ketiga kakak yang sudah menikah lebih dahulu pindah dirumah masing masing. Alhasil, Si bontot lah yang "ketiban sampur" untuk menetap bersama emak sepeninggal bapak. Jadinya setiap hari raya, mereka yang malah duluan datang ke rumah adeknya. Hehehe...

me n mom, narsis pake tinta pilpres


 Ada yang unik dari emak. Beliau paling anti sama vetsin, gak makan ayam atau daging kecuali belinya di langganan (karena kuatir waktu nyembelih gak di do'ain) dan ogah makan ikan laut selepas tsunami sampe sekarang (dianggap ikan makan orang apa makkk...???). Makannya setiap kali bepergian kita bukannya bingung mau ke mana tapi mau makan apa???? hahaha.......
Bagaimanapun, beliau merupakan Kado Terindah dari Allah. Melalui restunya lah Allah meridhoi setiap langkah dan usaha kami.
 
Pengen banget sih ngasih sesuatu buat beliau. Yaa..dibilang sesuatu karena dikeluarga kami tidak ada tradisi kasih kado. Jadi kalau mau kasih sesuatu ya kasih aja. Hehehe....
Maunya sih ngajak umroh bareng, soalnya suatu kali beliau pernah bilang, setidaknya sekali dalam hidup seorang muslim yang mampu pergi ke Baitullah. Emang sih dananya belum siap, tapi  bukankah selalu akan ada jawaban dari setiap niat baik kita??. Do'ain anakmu yaa Mak....Semoga ada rezeki dan umroh bakalan jadi kado terindah buatmu.


Meskipun beliau gak ngebaca postingan ini tapi yakin kalau selalu meng-amini do'a dan niat baik anaknya. Siapa tau setiap bulan ada 5 job merias yang datang, atau tanpa di duga ada mas mas dari jasa pengiriman yang nganterin surat ber-kop supermarket langganan dan isinya " selamat anda memenangkan undian berhadiah umroh". Wahhh...bisa salto saya.



http://www.gracemelia.com/2015/01/giveaway-kado-yang-aku-mau.html#more












*Note: tulisan ini untuk kompetisi Giveaway Kado Yang Aku Mau di blog nya Mami Ubii





Senin, 12 Januari 2015

DEBU DI GURUN PASIR

Entah sejak kapan bergabung dengan grup ini, saya sudah lupa. Barangkali sejak awal-awal saya punya akun fb, dimana masih seneng-senengnya ikutan grup sana sini yang di anggap menarik tapi ternyata malah banyak diantaranya yang kemudian tidak aktif. Parahnya lagi, karena banyaknya grup yang diikuti malah jarang atau tidak pernah menerima update potingan-postingannya.


Baru pada akhir 2014 entah angin apa yang membuat saya kembali membuka grup ini, "Komunitas Penulis-Bacaan Anak". Grupnya aktif, admin nya jelas, dan ketika membaca cv para PABER sampe' ternganga dibuatnya!!!!!!!!! SEMUA orang-oang HEBAT, mulai Penulis yang sudah menerbitkan puluhan buku, editor dll. Saya baca postingan-postingannya sepertinya menarik, berbeda dengan grup-grup sejenis yang saya ikuti. Apalagi ada jadwal postingan yang sistematis dari member(WOW......membernya mencapai 20rb!!!!!!! ) mulai SENIN CERMIN yang mengulas tips-tips menulis, nge-blog, ilustrasi dll, SELASA SELASA BELIA yang ngebahas tentang segala artikel dan cerpen remaja(hahaha...berasa balik muda dah..), RABU SERU, kuis-kuis berhadiah di KAMIS KUIS, ada juga ruang buat ilustrator di SABTU CERIA dan serunya lagi member yang biasa disebut PABER juga diajarin untuk berbahasa Inggris di MINGGU BELAGU. Mulai nulis, koment, cas cis cus harus pake Inggris. Pokoknya ngInggris bangetttttttt.........
salah satu ilustrasi di paberland, https://www.facebook.com/groups/PenulisBacaanAnak/







 Hebatnya lagi, tidak ada postingan lebay disini. Meskipun ada jadwal "pamer"hasil karya tulisan/artikel maupun ilustrasi yang telah dimuat media massa tak tampak angin persaingan. Seluruh PABER menerima dengan positif. Bahkan PABER bisa mengirim karyanya di PABERLAND, sebutan untuk ruang di grup ini sebelum mengirimkannya ke media untuk dikritisi. Ini sungguh luar biasa....Apalagi buat saya yang masih awam di dunia tulis menulis. Kalau bisa di umpamakan di dunia Harry Potter saya ini MUD-BLOOD sekedar hobby menulis(belum seserius paber lainnya, tapi sumpah pingin banget!!)  dan tidak punya silsilah penulis. Seperti sebutir debu di gurun pasir, saya mencoba berbaur meskipun belum ada apa-apanya dibandingkan para paber lainnya. Dan saya yakin bahwasannya akan menemukan oase di sana. Kampung yang membuat siapapun seolah masuk di keluarga, dibimbing dan diterima dengan terbuka dengan segala kekurangan yang kita miliki.



Saya jadi menyesal, kenapa selama ini melewatkan grup ini begitu saja. Berharap belum terlambat untuk bisa menjadi "lebih", toh tak ada yang tak mungkin dalam hidup ini. Walau belum sehebat SINYO EGIE, atau WATIK IDEO tapi saya masih punya harapan besar bahwa suatu saat orang lain bisa mengambil sisi positif dari tulisan atau hal yang telah saya lakukan seperti hal nya saya terinspirasi oleh mereka-mereka disana (PABERLAND).
                                                                   ::::
                                                                   ::::