Senin, 20 Juli 2015

Lebaran Tetap Asyik Meski Tanpa Mudik

Sebelumnya turut mengucapkan "selamat Hari Raya Iedul Fitri 1436H, mohon maaf lahir bathin" ya sob...

Seperti lebaran2 tahun sèbelumnya, jadwal utamanya adalah berkunjung ke rumah keluarga2 terdekat saya dan suami. Bersyukur bahwasannya ibuk ikut tinggal bersama keluarga kami. Jadi meskipun saya anak bungsu, malah kakak dan anggota keluarga lainnya yg datang ke rumah lebih dahulu. Hehehe....berasa jadi orang penting dah didatengin duluan.

Karena saya dan suami berasal dari kota yang sama, maka gak ada yang namanya tradisi "mudik". Lha....gimana mo mudik? lha wong jarak rumah kami bisa di tempuh 15 menit an pake kendaraan bermotorπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†.
Gak ada yang namanya packing barang jelang lebaran, berburu tiket mudik atau bermacet ria di jalan. Pokoknya irittt bgt dah....πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ
Kita juga jarang sekali mengunjungi tempat wisata pada musim libur lebaran. Karena udah hampir bisa dipastikan bakal full pada saat itu.

Saya lebih sering bikin acara kumpul2 dengan keluarga besar, saling memaafkan, mengenalkan anak2 dengan saudara2 jauhnya, makan2 dan yang gak boleh ketinggalannn.....bagi2 angpau uang baru☺☺.

Semoga tahun depan kita masih bisa berbagi keceriaan kembali...☺☺