Sabtu, 10 Januari 2015

PEREMPUAN MENULIS-RADAR BOJONEGORO

Sebenarnya sudah sejak kecil saya hobby menulis, bahkan ketika di sekolah dasar saya beberapa kali mengikuti lomba menulis. Belum menang sih...tapi menjadi wakil dari sekolah diantara sekian ratus siswa merupakan kebanggaan tersendiri. menginjak SLTP dan SLTA barulah berani menulis untuk mading atau majalah sekolah. Tulisan ringan tentang anak muda, sekolah atau kegiatan ekstrakurikuler. yaaa...pokoknya yang berbau-baru remaja gitu lah...

Hingga kini pun hobby itu masih tersimpan, tapi karena kesibukan sebagai ibu rumah tangga, sebagian tulisan itu malah jadi catatan di fb atau menyebar jadi status facebook dan bbm.
Sampai kemudian berfikir....kenapa tidak mencoba mengirim tulisan ke media massa saja? selain tulisan bisa dibaca banyak orang kan menghasilkan juga??? hehehe........(keliatan deh komersiilnya...). Tulisan pertama yang dimuat media massa waktu itu berupa artikel. Kebetulan pada saat itu Radar Bojonegoro, Jawa Pos Grup sedang membuka rubrik baru: Perempuan Menulis. Dan Alhamdulillah, pertama menulis langsung dimuat!!!!! dan...jadilah tulisan pertamaku nampang di Radar Bojonegoro yang terbit Kamis, 19 januari 2012.


Untuk mengirimkan naskah tulisan bisa di kirim ke: radarbojonegoro@jawapos.com. dan berikut artikel tersebut.


Profesi : Ibu Rumah Tangga

           
 Kalau anda bertanya kepada anak – anak tentang cita – citanya ketika dewasa nanti, jawab nya pasti Dokter, insinyur, perawat, pilot dan sebagainya. Kalau pertanyaan yang sama diberikan pada remaja jaman sekarang, jawaban yang anda terima bisa beragam. Mulai wanita karier, model, designer, animator, pengusaha dan masih banyak lagi. Yang mungkin tidak akan pernah anda dapatkan adalah cita -  cita untuk menjadi ibu rumah tangga.

           

 Ya, menjadi ibu rumah tangga rasanya bukan sebuah cita – cita. Menikah, mengurus rumah, merawat anak, memasak……..ahhhhhhh, rasanya sama sekali gak ada kerennya buat remaja sekarang. Menjadi pekerja kantoran yang memakai stelan blazer, brangkat pagi pulang sore, gaji an diawal bulan,  pastinya jauh lebih menarik ketimbang ngendon dirumah seharian sebagai ibu rumah tangga saja. Lagipula banyak yang beranggapan kalau tidak dibutuhkan keahlian khusus buat menjadi seorang ibu rumah tangga. Makanya merasa sayang kalau berijazah S1 atau S2 tapi harus mengurus rumah tangga saja. Tapi apa memang benar begitu??????????????????

           

 Seorang ibu rumah tangga sejatinya adalah seseorang yang multi talenta. Sebuah iklan di televisi bahkan menggambarkan kalau seorang ibu rumah tangga harus bias berperan ganda sebagai koki yang terampil memasak menu makanan bergizi buat keluarga, sebagai guru les buat anak – anaknya sampai ahli keuangan yang mengatur keuangan keluarga. Bukankah itu semua diperlukan kecakapan dan kemampuan khusus?. Bayangkan…….seseorang yang bisa memerankan sekian profesi sekaligus. Luar biasa bukan???? Seorang koki yang handal, yang telah melanglang buana dengan menciptakan resep – resep luar biasa belum tentu mampu jadi guru les anak. Wanita karier yang menghadap laptop setiap hari belum tentu piawai mengerjakan tugas rumah tangga.

           

 Lebih dari itu, menjadi ibu rumah tangga sejatinya membangun karakter bangsa. Karena sikap kita dikemudian hari tentunya sangat dipengaruhi oleh pola asuh sejak kecil. Apa yang kita raih saat ini tentunya tak lepas dari usaha, jerih payah dan dukungan orang tua. Ibu Ainun Habibie bahkan rela melepas profesi Dokternya demi mendampingi suami dan merawat putra – putranya. Ibu Nafsiah Dahlan Iskan yang sebelumnya adalah seorang guru, pada akhirnya lebih memilih menjadi iburumahtangga demi merawat putra2 nya yg kini menjadi penerus ayahnya jadi orang nomor satu di Jawa Pos.

           

 Menjadi ibu rumah tangga merupakan multi profesi yang juga besar konsekwensinya.  Tapi bukan berarti seorang ibu rumahtangga hanya berkutat dirumah saja tanpa bisa  up to date. Ibu rumahtangga juga tetap bisa memberdayakan dirinya dengan berbagai kegiatan baik sosial maupun kemasyarakatan bahkan pekerjaan. Beragam profesi kini bisa dijalankan secara online tanpa meningglkan tugas dan tanggungjawab utama sebagai seorang ibu. Mulai beragam toko online, jasa konsultasi dan sebagainya.

            Yang terpenting adalah mengubah cara pandang kita terhadap ibu rumah tangga yg dianggap hanya mengerjakan tugas dan pekerjaan dirumah saja. Ibu rumhtangga juga membutuhkan pengetahuan luas untuk mendampingi dan menjawb segala pertanyaan anak dengan cara cerdas. Seorang iburumah tangga juga harus mempunyai kemampuan dibidang financial untuk sekedar mengatur dan memutar keuangan keluarga. Seorang ibu rumah tangga juga harus punya landasan agama yang kuat sebagai bekal pondasi mental dan keimanan anak2nya, calon generasi bangsa. Jadi tidak akan ada titel atau gelar yang sia2 untuk menjadi ibu rumah tangga.



Bagaimana, siap menulis  IBU RUMAH TANGGA pada kolom pekerjaan di KTP anda???




2 komentar:

  1. Mantap mbak tulisannya ...salam kenal yaa

    BalasHapus
  2. Terimakasih mbak Wiwit
    salam kenal juga....

    BalasHapus