Senin, 21 November 2016

Semakin Bahagia Di #UsiaCantik

Banyak yang mengatakan bahwa memasuki usia 30-an bagi seorang perempuan adalah momok baru. Usia ini merupakan masa-masa transisi bagi perempuan. Masa muda yang mulai lewat tapi dibilang tua juga belum.
Sebagian lainnya berpendapat bahwa perempuan terlihat lebih cantik, mandiri dan percaya diri. Namun sebaliknya, ada yang menjadi sensi karena secara fisik mulai ada 'kemunduran". Perut yang menggelambir pasca melahirkan, paha yang mendadak bermotif karena selulit atau satu dua garis halus yang mulai tampak diwajah.

Well, semuanya benar. Tapi mau menjadi type perempuan yang mana, itu harus direncanakan sejak dini. Usia adalah anugerah yang harus di syukuri. Dan menua itu proses alamiah yang tidak bisa dihindari. Ada banyak faktor yang membuat setiap perempuan menyikapi #usiacantik nya dengan cara yang berbeda pula.

Tahun ini saya memasuki usia ke-36. Mantap memutuskan resign dari kantor saat anak mulai sekolah. Sebelumnya saya dan suami sudah diskusi panjang lebar mengenai ini. Saya sering galau saat anak sakit dan harus ijin tidak masuk kerja. Belum lagi saat anak rewel tidak mau sekolah atau urusan sering terlambat jemput dia. Setiap menerima sms dari gurunya bahwa sudah waktunya jemput, yang ada di benak cuma jalan raya sepanjang kurang lebih 15km dari kantor ke sekolah anak. Dan yang terjadi selanjutnya adalah ngebut di jalan agar bisa jemput anak tepat waktu.

Saya jadi merasa bersalah,  ngotot untuk tetap kerja saat anak-anak sedang membutuhkan kehadiran ibunya. Bukankah sudah seharusnya menjadi tanggung jawab saya?. Saya tidak menyalahkan ibu-ibu yang memutuskan tetap bekerja. Justru saya BANGGA. Sungguh luar biasa bisa membagi waktu dengan rapi antara pekerjaan kantor dan tanggung jawab sebagai ratu di rumah. Dan itu sungguh TIDAK MUDAH. Diskusi dengan suami pun berakhir dengan surat pengunduran diri saya. Dengan satu syarat: saya tetap tidak mau nganggur di rumah.

Untuk mengisi sisa waktu disela-sela tugas sebagai fulltime mom, saya mulai mencoba banyak hal. Dimulai dengan hobby dan kebiasaan dandan akhirnya saya ikut kursus make up.  Rencana awalnya sih sekedar pengen tampil lebih "pantas" saat menghadiri kondangan gitu,  tapi di kota tempat tinggal saya belum ada kursus self make up.  Jadilah saya ikut kursus Tata Rias Pengantin Jawa.  Disinilah profesi baru itu dimulai.
Menemukan passion saat jelang #UsiaCantik

Guru rias saya ternyata bukan sekedar guru yang mentransfer ilmu ke siswa didik. Beliau juga gencar memberikan motivasi-motivasi yang membuat saya percaya diri untuk merias pengantin. Sekali dua kali merias saya kemudian memutuskan untuk semakin serius.  Suami sejak awal mensupport penuh. Mulai dari nganterin rias, kasih modal buat beli kebaya dan make up sampai merombak salah satu ruangan dirumah buat jadi studio mini tempat saya bekerja. Disusul dengan kemudian saya merintis usaha sewa baju adat, mengingat adanya peluang ini terbuka lebar. Terutama saat jelang perayaan kemerdekaan,  Kartini-an atau pensi. Dan itu menyenangkan.

Kebiasaan yang dilakukan terus menerus akan menjadi keahlian.


Kalimat itu adalah salah satu mantra yang telah saya buktikan. Hobby dan kebiasaan dandan membawa saya ke profesi saat ini : MUA. Sejak remaja dasarnya memang menyukai make up, tapi belum punya tempat untuk menyalurkannya.  Waktu itu internet belum segencar saat ini. Social media juga belum ramai. Sekarang, mau belajar make up bisa dengan menonton You Tube atau video di Instagram. Pilihan kosmetik juga belum sebanyak sekarang, dimana hampir tiap bulan ada launching produk baru. Merk yang dipakai juga masih terbatas itu dan inu. Andalan saya make up kit kosmetik lokal seharga 60 ribuan. Tapi saya sudah berani make up orang lain. Inget banget, job pertama saya adalah make up tari untuk pensi. Itupun karena saya kenal gurunya😄😄. 


Sering me-make over orang lain membuat saya semakin aware dengan diri sendiri. Berhadapan dengan banyak orang juga secara tidak langsung "menuntut" untuk berpenampilan menarik. Gak mungking dong sebagai tukang make up tapi berpenampilan kucel.  Tapi saya juga bukan type yang harus stay on make up terus. Kulit juga butuh bernafas,  istirahat.  Apalagi memasuki #usiacantik dimana regenerasi sel kita sudah mulai melambat.

Perawatan mutlak diperlukan bahkan sejak awal agar tubuh tetap prima sekalipun usia tak lagi muda. Penampilan fisik memang bukan segalanya, tapi dengan merawatnya merupakan salah satu wujud syukur atas karuniaNya. Tubuh sehat dan penampilan prima itu bonusnya.
Coba tebak, berapa usia mamah-mamah ini?



Cantik menurutku adalah berpenampilan sesuai karakter dan umur.

Menua itu proses alamiah dan bukan untuk di hindari.  Nikmati saja setiap prosesnya. Bukankah setiap tahapan usia memiliki definisi cantik yang berbeda. Perempuan muda terlihat cantik karena kulitnya yang masih segar terawat, saat dewasa menjadi lebih cantik karena kematangan dan cara berfikirnya, dan ketika tua menjadi semakin cantik karena kebijaksanaannya. #UsiaCantik menurut saya adalah ketika kita menjadi semakin matang berfikir dan bijak mengambil keputusan.
Di usia ini lebih banyak bersyukur, lebih tenang menghadapi persoalan dan saya juga lebih bahagia. Fisik kita pasti mengalami perubahan tetapi dengan kepribadian yang baik akan selalu terlihat menarik, berapapun usia kita. 


Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari Blogger Perempuan. Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L'Oreal Revitalift Dermalift.




12 komentar:

  1. Waha sik nih udah bisa dandan sendiri dan dandanin orang lain. Aku dari dulu dandan sendiri aja masih standar hehehe. Setuju mbak, usia cantik itu salah satunya ditandai dengan kematangan berpikir dan bijak dalam mengambil keputusan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa ngedandanin orang tapi belum konsisten nulis kayak mbak Efi.😊

      Hapus
  2. Saya jadi tersentuh dan support jika kebiasaan yg dilakukan terus menerus berbuah suatu keahlian.Disamping #usiacantik dianggap sebagai tahap kematangan dalam bersikap n berpikir lebih bijaksana.
    Salam kenal ya mbaak Ila
    Twitter n IG (@cputriarty)😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aktualnya mah biasa aja mbak. Mengerjakan pekerjaan yang kita sukai jadinya seperti bersenang2 tapi dibayar

      Hapus
  3. Ga ada kata terlambat untuk mencoba hal baru. Di usia cantik ternyata nemu minat dan bakat jadi make up pengantin. Hebat mba!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selama mau mencoba dan belajar rasanya gak ada yang gak mungkin ya mbak

      Hapus
  4. Profesi barunya kece banget. Make up artist!

    Aku aja ga bisa dandan!

    Salam kenal ya, jeng Ila.

    BalasHapus
  5. wah mba ila cantik dan awet muda. salam kenal ya
    semoga sukses buat lombanya

    BalasHapus
  6. Keren sekali mbak hehe :D menginspirasi

    BalasHapus