Senin, 12 Januari 2015

DEBU DI GURUN PASIR

Entah sejak kapan bergabung dengan grup ini, saya sudah lupa. Barangkali sejak awal-awal saya punya akun fb, dimana masih seneng-senengnya ikutan grup sana sini yang di anggap menarik tapi ternyata malah banyak diantaranya yang kemudian tidak aktif. Parahnya lagi, karena banyaknya grup yang diikuti malah jarang atau tidak pernah menerima update potingan-postingannya.


Baru pada akhir 2014 entah angin apa yang membuat saya kembali membuka grup ini, "Komunitas Penulis-Bacaan Anak". Grupnya aktif, admin nya jelas, dan ketika membaca cv para PABER sampe' ternganga dibuatnya!!!!!!!!! SEMUA orang-oang HEBAT, mulai Penulis yang sudah menerbitkan puluhan buku, editor dll. Saya baca postingan-postingannya sepertinya menarik, berbeda dengan grup-grup sejenis yang saya ikuti. Apalagi ada jadwal postingan yang sistematis dari member(WOW......membernya mencapai 20rb!!!!!!! ) mulai SENIN CERMIN yang mengulas tips-tips menulis, nge-blog, ilustrasi dll, SELASA SELASA BELIA yang ngebahas tentang segala artikel dan cerpen remaja(hahaha...berasa balik muda dah..), RABU SERU, kuis-kuis berhadiah di KAMIS KUIS, ada juga ruang buat ilustrator di SABTU CERIA dan serunya lagi member yang biasa disebut PABER juga diajarin untuk berbahasa Inggris di MINGGU BELAGU. Mulai nulis, koment, cas cis cus harus pake Inggris. Pokoknya ngInggris bangetttttttt.........
salah satu ilustrasi di paberland, https://www.facebook.com/groups/PenulisBacaanAnak/







 Hebatnya lagi, tidak ada postingan lebay disini. Meskipun ada jadwal "pamer"hasil karya tulisan/artikel maupun ilustrasi yang telah dimuat media massa tak tampak angin persaingan. Seluruh PABER menerima dengan positif. Bahkan PABER bisa mengirim karyanya di PABERLAND, sebutan untuk ruang di grup ini sebelum mengirimkannya ke media untuk dikritisi. Ini sungguh luar biasa....Apalagi buat saya yang masih awam di dunia tulis menulis. Kalau bisa di umpamakan di dunia Harry Potter saya ini MUD-BLOOD sekedar hobby menulis(belum seserius paber lainnya, tapi sumpah pingin banget!!)  dan tidak punya silsilah penulis. Seperti sebutir debu di gurun pasir, saya mencoba berbaur meskipun belum ada apa-apanya dibandingkan para paber lainnya. Dan saya yakin bahwasannya akan menemukan oase di sana. Kampung yang membuat siapapun seolah masuk di keluarga, dibimbing dan diterima dengan terbuka dengan segala kekurangan yang kita miliki.



Saya jadi menyesal, kenapa selama ini melewatkan grup ini begitu saja. Berharap belum terlambat untuk bisa menjadi "lebih", toh tak ada yang tak mungkin dalam hidup ini. Walau belum sehebat SINYO EGIE, atau WATIK IDEO tapi saya masih punya harapan besar bahwa suatu saat orang lain bisa mengambil sisi positif dari tulisan atau hal yang telah saya lakukan seperti hal nya saya terinspirasi oleh mereka-mereka disana (PABERLAND).
                                                                   ::::
                                                                   ::::




2 komentar:

  1. Nggak ada istilah senior yunior, yang penting nuliis..yuk yuk :)

    BalasHapus
  2. terima kasih mba' Dewi Rieka......jadi bersemangat menulis. Harus bisa dan dibiasakan ya....

    BalasHapus